Pengungkapan biodiversitas di Kawasan Timur Indonesia masih belum banyak dilakukan, terlebih lagi tanah serpentinit dapat dianggap sebagai suatu ekosistem ekstrim. Aktivitas eksplorasi dan eksploitasi endapan nikel laterit yang berasosiasi dengan batuan serpentinit di wilayah Indonesia bagian Timur, seperti di Halmahera, Maluku Utara, turut menjadi ancaman bagi keanekaragaman tumbuhan di jenis tanah ini. Oleh karena itu, penelitian terkait pengaruh lingkungan (kondisi geologi) terhadap terhadap status keanekaragaman biodiversitas di tanah serpentinit perlu dilakukan untuk referensi dalam mengembangkan strategi/kebijakan dan teknologi untuk mempertahankan dan memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia sebagai salah satu upaya meningkatan ketahanan bencana dan perubahan iklim.

Eksplorasi Geokimia Unsur Jejak dan Keanekaragaman Tumbuhan di Tanah Serpentinit, Daerah Wasile, Halmahera, Maluku Utara dilaksanakan pada tanggal 14 – 27 Oktober 2022 di daerah Subaim dan sekitarnya, Kec. Wasile, Kab. Halmahera Timur, Prov. Maluku Utara. Penelitian ini merupakan penelitian bersama yang melibatkan Dr. Dian Agus Widiarso, ST., MT., dan Rinal Khaidar Ali, ST., M.Eng. dari Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro, bersama peneliti dari Badan Riset Inovasi Nasional.

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kondisi geologi-geokimia, serta keanekaragaman tumbuhan di daerah tanah serpentinit di daerah Wasile, Halmahera, Maluku Utara. Kegiatan eksplorasi ini penting dilakukan untuk memperkaya koleksi data biologi dan geologi melalui pengumpulan sampel tumbuhan, tanah, batuan, dan air guna keperluan pengungkapan biodiversitas di tanah serpentinit di kawasan Indonesia Timur dan pengkarakterisasian kondisi geologi-geokimia daerah setempat. Daerah penelitian tersusun oleh litologi berupa batuan serpentinit dan batuan mafik dan ultramafik yang terseerpentinisasi. Beberapa jenis tumbuhan yang teridentifikasi di daerah penelitian dan telah dikoleksi diantaranya dari suku Casuarinaceae, Orchidaceae, Poaceae, Malvacea, Fabaceae, Rubiaceae, Zingiberaceae, Nephentaceae, Verbenaceae, Dileneaeceae, Pittosporaceae, Myrtaceae dan Moraceae. Area hutan yang belum terganggu oleh aktivitas pertambangan memiliki keanekaragaman jenis sangat tinggi dimana diantaranya ditemukan Shorea sp., Vatica sp. (Dipterocarpaceae). Jenis tersebut sangat berpotensi sebagai timber tree. Selain itu, Nepenthes sp., Commersonia bartramia, Syzygium sp., Glochidion sp. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan eksplorasi ini mencakup 100 koleksi tumbuhan, 60 sampel batuan serpentinit, dan 5 sampel air, 1 paket data geologi lapangan, dan 1 paket data ekologi. Kegiatan lapangan ini akan dilanjutkan dengan analisis laboratorium untuk mengetahui hubungan kondisi geologi dan geokimia dengan keanekaragaman tumbuhan di daerah penelitian.

-DA-